Tugas Lingkungan Bisnis

Sepertinya judul di atas sangat relevan dengan keadaan pikiranku saat ini. Entah kenapa akhir-akhir ini terlalu sibuk memikirkan tugas lingkungan bisnis yang diberikan oleh dosen sekaligus ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. M. Suyanto, M.M. Ada beberapa tugas yang juga untuk penilaian ujian akhir mata kuliah tersebut, sehingga mau tidak mau harus dikerjakan sedini mungkin. Tugas pertama adalah membuat blog seperti yang saat ini kubuat. Tugas kedua adalah membuat karya ilmiah yang berhubungan dengan peluang bisnis.

Tugas pertama bagiku terbilang cukup mudah, tinggal mendaftarkan ke salah satu website penyedia situs blog gratisan seperti wordpress.com ini lalu membuat tulisan di blog tersebut, untuk kemudian dishare ke temen2 yang pengin sama-sama belajar nge-blog, maksudnya sih biar dikenal ke siapapun juga.

Dari kedua tugas tersebut, aku memilih untuk mengerjakan tugas kedua dahulu. Kenapa? Karena aku harus menentukan peluang bisnis apa yang asyik untuk dibahas pada karya ilmiah tersebut. Waktu pengerjaannya pun perlu diperhitungkan karena bila tidak, karya ilmiah tidak akan cukup diselesaikan dalam waktu 2-3 hari, karena mencari referensinya pun tidak mudah. Harus ada data faktualnya, jika yang dibahas adalah berupa karya ilmiah yang bersifat resmi. Jika karya ilmiah yang sifatnya semi resmi, maka data faktual tidak wajib ada. Biasanya karya ilmiah semi resmi merupakan suatu ulasan-ulasan mengenai data faktual yang sudah lebih dulu dibuat oleh peneliti.

Untuk karya ilmiah yang aku buat merupakan peluang bisnis di bidang usaha budidaya ikan lele. Sedikit kubahas disini, bahwa berkembangnya usaha warung makan yang salah satu menu sajiannya adalah lele mempengaruhi jumlah permintaan ikan lele menjadi meningkat. Akibatnya banyak juga para pengusaha ikan lele yang mulai mengembangkan lebih banyak lagi usaha budidaya ini. Di samping harga ikan lele yang relatif stabil dan omset penjualan yang tinggi, maka tidaklah rugi ketika berdagang ikan lele. Pasar ikan lele inipun sangat luas. Yogyakarta sendiri menempati peringkat 2 seluruh Indonesia dalam mengkonsumsi ikan lele. Sehingga produksi ikan lele di Yogyakarta akan terus meningkat dan relatif dapat berkembang.

Nah, posting tentang lingkungan bisnis ini sepertinya akan terus semakin panjang kalo tanganku lagi gak capek…hehe…

Oke itu dulu aja postinganku hari ini. Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s