Facebook: Pilihan remaja saat ini?

Semakin maraknya para pengguna akses internet beberapa tahun belakangan ini, baik di rumah ataupun di kampus memang mengherankan. Memang pada tahun 2009 hingga 2011 yang lalu usaha warung internet (warnet) menjelma menjadi primadona yang menggiurkan. Rata-rata pada sebuah warnet mendapat kunjungan hingga 50-80 orang / hari yang memakai jasa internet di warnet tersebut, bahkan bisa melonjak di weekend (Sabtu/Minggu). Tentu saja hal ini menjadikan usaha yang sangat profit (menguntungkan), hitung saja pada sebuah warnet yang memiliki 20-30 unit PC dengan angka kunjungan rata-rata seperti di atas tadi, belum lagi biaya per jam-nya yang berada pada kisaran 3000-5000/jam, alhasil usaha ini bisa meraup ratusan ribu tiap harinya bahkan mungkin jutaan rupiah. Terlebih jika bandwidth yang disediakan pada warnet tersebut sangat mendukung untuk aktivitas browsing pada situs-situs yang menjadi daya tarik kunjungan bagi remaja, www.facebook.com misalnya. Kini situs ini lebih diminati kaum remaja dengan mengaksesnya melalui Handphone (HP), karena selain lebih murah atau bahkan gratis, facebook sangat kompatibel dijalankan di tipe HP apapun (yang mendukung GPRS).

Kemudahan mengakses situs jejaring sosial tersebut yang memicu tingkat kenaikan ketertarikan remaja terhadap fasilitas internet. Popularitas situs jejaring facebook memang tak dapat dielakkan lagi saat ini. Indonesia menduduki peringkat ke 2 dalam kategori pengguna facebook terbanyak dengan jumlah pengguna facebook sebanyak 35 juta lebih dari total pengguna facebook dunia yakni 630 juta (http://bengkel-ngeblog.blogspot.com/). Tentu sebuah angka yang fantastis dan ini sangat menguntungkan bagi pengusaha jasa layanan internet maupun provider telekomunikasi.

Di sisi lain, pola hidup remaja yang seharusnya dihabiskan waktunya dengan kesibukan yang bermakna dan positif malah justru menjadi terfokus pada satu hal yang jarang mendapatkan banyak manfaatnya. Faktor inilah yang akhirnya sering memicu kurangnya tingkat kepedulian remaja pada pola edukasi yang baik. Seakan-akan facebook dinomorsatukan sehingga remajapun sering jadi kurang belajar.

Memang tak bisa dipungkiri jika teknologi saat ini yang akan terus berkembang seiring perkembangan yang ada mampu dikontrol dengan baik oleh pendidik, orangtua, maupun pengguna teknologi tersebut. Tergantung pada apa yang ingin dituju, apa yang dibutuhkan yang nantinya dapat bermanfaat bagi penggunanya dan juga orang di sekitarnya. Semoga tulisan ringan ini bisa menjadi sebuah koreksi bagi kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s